Manajemen dan organisasi
Manajer, manajemen, departemen, dan pelatihan karyawan baru: cara organisasi berjalan
12 artikel
Mulai dari sini
- Kenapa Kepala Seksi Bergaji 6 Juta Yen Menolak Promosi ke 6,5 Juta YenDi perusahaan, promosi dan asesmen kenaikan jabatan sering dianggap kabar baik.

- Kenapa Ketua Tim yang Paling Bisa Diandalkan Justru Cepat Kelelahan?Pagi mengerjakan tugas sendiri. Siang mengajari pegawai baru. Sore membereskan kesalahan orang lain. Saat hendak pulang, atasan meminta laporan diubah lagi.
- Atasan yang Tidak Mau Memutuskan: Kenapa Orang yang Bisa Merinci Pekerjaan Jadi Cepat CapekYang benar-benar bikin capek di tempat kerja bukanlah atasan yang keras.
Bagikan 3 artikel ini
Pilihan arsip minggu ini
Setiap minggu kami menampilkan beberapa artikel lama dari tema ini secara bergiliran.
- Mengapa satu departemen terus kehilangan orang saat turnover perusahaan rendah?Tingkat keluar-masuk karyawan perusahaan bisa rendah, sementara pengunduran diri dan perpindahan internal terus terjadi di satu departemen.
- Karyawan yang Selalu Tanya "Ini Sebenarnya Buat Apa?" Cocok Jadi CEO? Pelajaran dari Kasus PHK AGC soal Bertanya, Memutuskan, dan MenjalankanDi sebuah pabrik besar di Jepang, ada karyawan yang setiap kali diberi tugas selalu naik tingkat pertanyaannya: "Kenapa alurnya begini?", "Memangnya perusahaan…

- Apakah Menenangkan Bos yang Meledak-ledak Justru Memperpanjang Perundungan? Outsourcing Emosi, Keheningan Organisasi, dan Seleksi Orang yang Pergi Lebih DuluSeseorang berteriak.

Semua artikel “Manajemen dan organisasi”, terbaru dulu
Terbaru dulu
- Di perusahaan tempat para manajer terus terbakar habis, orang yang paling mampu melihat strukturnya sering pergi lebih duluJalur menuju posisi manajemen tidak ditentukan hanya oleh kemampuan pribadi.
- Kenapa Ada Orang yang Nggak Pernah Jawab Pertanyaan? (Dan Atasan yang Kasih Tanggung Jawab tapi Nggak Kasih Wewenang)Ada orang yang nggak menjawab apa yang kamu tanyakan dan cuma membahas apa yang ingin dia omongkan.
- Apakah Bos AI Bisa Menggantikan Manajer? Pelajaran dari Divisi Tanpa Pegawai Manusia di NECNEC memiliki divisi dengan kepala bagian, manajer, dan staf AI.
- Kenapa Gaji Pekerja Paruh Waktu Tetap Rendah Meski Orangnya Sangat CakapMenyalahkan kemampuan atau sikap individu atas rendahnya gaji paruh waktu itu terlalu asal.

- Kenapa Perusahaan Tak Bisa Membedakan Karyawan Cakap dan Tidak Cakap: Pura-pura Sibuk dan Seleksi TerbalikApa yang terlihat di tempat kerja tidak ditentukan oleh kemampuan seseorang saja.
- Kenapa Ketua Tim yang Paling Bisa Diandalkan Justru Cepat Kelelahan?Pagi mengerjakan tugas sendiri. Siang mengajari pegawai baru. Sore membereskan kesalahan orang lain. Saat hendak pulang, atasan meminta laporan diubah lagi.
- Kenapa Kepala Seksi Bergaji 6 Juta Yen Menolak Promosi ke 6,5 Juta YenDi perusahaan, promosi dan asesmen kenaikan jabatan sering dianggap kabar baik.

- Atasan yang Tidak Mau Memutuskan: Kenapa Orang yang Bisa Merinci Pekerjaan Jadi Cepat CapekYang benar-benar bikin capek di tempat kerja bukanlah atasan yang keras.
- Karyawan yang Selalu Tanya "Ini Sebenarnya Buat Apa?" Cocok Jadi CEO? Pelajaran dari Kasus PHK AGC soal Bertanya, Memutuskan, dan MenjalankanDi sebuah pabrik besar di Jepang, ada karyawan yang setiap kali diberi tugas selalu naik tingkat pertanyaannya: "Kenapa alurnya begini?", "Memangnya perusahaan…

- Apakah Menenangkan Bos yang Meledak-ledak Justru Memperpanjang Perundungan? Outsourcing Emosi, Keheningan Organisasi, dan Seleksi Orang yang Pergi Lebih DuluSeseorang berteriak.

- Bisakah Satu Orang Membangun Perusahaan dengan AI?Biasanya semuanya tidak dimulai dari rencana bisnis yang megah.

- Mengapa satu departemen terus kehilangan orang saat turnover perusahaan rendah?Tingkat keluar-masuk karyawan perusahaan bisa rendah, sementara pengunduran diri dan perpindahan internal terus terjadi di satu departemen.