Apakah Cinta Ujung-Ujungnya Soal Wajah? Kenapa Daya Tarik dan "Kecocokan Berdua" Itu Berbeda

Sebagai teman, dia luar biasa. Tapi saat ditanya, "Mau pacaran sama dia?", entah kenapa kamu terdiam.

Cari anomalinya
Cara memakai fitur membaca

Dengarkan membacakan artikel. Baca cepat menampilkan frasa berurutan dengan kecepatan pilihan Anda. Latihan bahasa membandingkan terjemahan yang tersedia. Simpan menambahkan penanda di browser ini; buka kembali dari daftar tersimpan di pemutar. Game pecah bata mengubah kata-kata artikel menjadi bata yang bisa Anda hancurkan.

Bagikan artikel ini
Apakah Cinta Ujung-Ujungnya Soal Wajah? Kenapa Daya Tarik dan "Kecocokan Berdua" Itu Berbeda
Gambar buatan AI
Iklan
Iklan

Sebagai teman, dia luar biasa. Tapi saat ditanya, "Mau pacaran sama dia?", entah kenapa kamu terdiam. Sebaliknya, ada orang yang mungkin tidak akan menang di polling popularitas mana pun, tapi begitu ketemu, kamu malah terus kepikiran. Teori "semuanya soal wajah" sudah mulai goyah di sini.

Jawaban singkatnya: penampilan memang berpengaruh dalam cinta. Tapi "orang yang dianggap menarik oleh banyak orang" dan "orang yang kamu sukai" belum tentu sama. Rasa tertarik bukan satu angka saja.

1. Pengaruh penampilan tidak bisa dihapus dengan bilang "yang penting kepribadian"

Kamu bisa bilang "yang penting isi hatinya", tapi saat pertama kali bertemu, kamu belum tahu kepribadian orang itu. Yang terlihat adalah wajah, ekspresi, pakaian, postur, suara, dan kesan saat dia berbicara. Wajar kalau penampilan ikut memengaruhi kesan pertama.

Sebuah analisis yang merangkum 97 penelitian menemukan hubungan yang jelas antara daya tarik fisik dan penilaian terhadap calon pasangan, baik pada pria maupun wanita. Jadi "penampilan sama sekali tidak penting" juga tidak sesuai dengan hasil riset.

Namun, ini tidak berarti semua orang menyukai wajah yang sama, atau penampilan saja yang menentukan hubungan. Penelitian menunjukkan kecenderungan umum, bukan lembar nilai ajaib yang bisa menebak masa depan dua orang tertentu.

2. Skor popularitas dan "dia tipeku banget" adalah dua hal berbeda

Di sinilah cinta jadi rumit sekaligus menarik.

Ada orang yang dianggap menarik oleh banyak orang. Tapi kadang obrolan hanya nyambung dengan satu orang tertentu, dan kamu merasa "entah kenapa, harus dia". Hal seperti ini sulit dijelaskan dengan peringkat kecantikan atau ketampanan.

Dalam penelitian dengan 559 peserta dan lebih dari 6.600 kencan singkat, baik disukai banyak orang maupun rasa suka yang khas antara dua orang tertentu sama-sama memprediksi ketertarikan romantis dan langkah-langkah menuju kencan berikutnya.

Mungkin cinta bukan ujian nasional, melainkan wawancara yang dijalani berdua. Dan kedua pewawancara juga sekaligus peserta. Kadang kriteria penilaiannya baru muncul setelah wawancara dimulai.

Kamu tidak perlu berpikir, "Semua orang suka dia, jadi aku juga harus suka." Sebaliknya, punya selera soal penampilan juga bukan hal yang buruk.

3. "Orangnya baik banget, tapi bukan untuk pacar" itu tidak kontradiktif

Kamu merasa nyaman. Ngobrol dengannya seru. Kamu menghormatinya sebagai pribadi. Tapi tetap saja, kamu mungkin tidak merasa tertarik secara romantis.

Suka pada seseorang sebagai manusia dan ingin menjadi pasangannya memang beririsan, tapi tidak sama. Kalau salah satunya tidak ada, bukan berarti ada yang cacat sebagai manusia.

Sebaliknya, orang yang awalnya tidak terlihat sebagai calon pasangan bisa menunjukkan pesona lain seiring waktu. Penelitian terhadap 167 pasangan menemukan bahwa makin lama mereka saling kenal sebelum pacaran, makin lemah "kecocokan" daya tarik fisik mereka menurut penilai luar. Ini jadi bahan untuk berpikir bahwa jatuh cinta setelah saling kenal juga merupakan jalan yang nyata.

Meski begitu, tidak ada jaminan bahwa bertahan sebagai teman akan otomatis "naik pangkat" jadi pacar. Pertemanan bukan ruang tunggu cinta, melainkan hubungan yang berdiri sendiri.

4. Mau bertemu berdua bukan berarti surat penerimaan cinta

Orang yang kamu sukai mau bertemu berdua denganmu. Itu tanda positif bahwa dia senang menghabiskan waktu bersamamu. Tapi itu saja belum menentukan apakah dia ingin pacaran.

"Senang bertemu denganmu", "ingin jadi pacarmu", dan "ingin hubungan fisik" adalah keinginan yang berbeda. Hubungan antarmanusia tidak punya tombol "setuju semuanya".

Kalau ingin tahu posisimu, daripada memutar ulang satu reaksi puluhan kali di kepala, lebih berguna melihat apakah dia memulai topik sendiri, mengusulkan rencana berikutnya, dan apakah kalian berdua bisa mengungkapkan perasaan dengan kata-kata. Tetap saja, tebakan hanyalah tebakan. Hal yang penting hanya bisa dipastikan dengan saling bicara.

5. Pada akhirnya, bukan soal "wajah atau kepribadian", tapi keinginan kedua orang

Cinta punya pintu masuk dan cara untuk bertahan. Kadang kamu tertarik karena penampilan dulu. Kadang setelah ngobrol, kamu sadar tidak cocok. Kadang awalnya biasa saja, lalu jatuh cinta belakangan.

Jadi kamu tidak perlu menghapus "penampilan itu penting" ataupun "kepribadian itu penting". Apa yang membuatmu tertarik adalah milikmu. Pacaran atau tidak diputuskan berdua. Dengan memisahkan keduanya, kamu tidak perlu memaksakan pembenaran atas perasaanmu sendiri atau memperlakukan reaksi orang lain seperti teka-teki yang harus dipecahkan.

Cinta bukan ujian nilai wajah. Penguji pun sedang ikut ujian. Sebelum berebut lembar jawaban, tanyakan dulu apakah kalian berdua memang ingin ikut ujian ini.

Penelitian yang dirujuk


Lebih dalam lagi: Dari “tidak mau menikah dengan dia” ke rencana menikah: 8 episode tengahnya ke mana?

Jika artikel ini bermanfaat, Anda bisa mendukung situs ini. Dukung

Iklan
Iklan
Iklan

Satu lagi? Ada yang seru?

Mumpung sudah selesai membaca: beberapa cerita yang mirip dan beberapa yang beda sama sekali tapi seru.

  1. Topik serupaKenapa Janji Baru Dikonfirmasi H-1?Bukan Berarti Bisa Baca Pikiran
  2. Apa Itu Tren 1,000 Little Things di TikTok?Haruskah Membuat Seribu Daftar?
  3. Beda sama sekali, tapi seruJangan Salah Baca Sinyal Sebelum Menyatakan PerasaanPerbarui Keyakinan dan Uji Hipotesis
  4. Kurcaci yang Menari Itu dari Film Apa?Rumpelstiltskin AI dan Kaset VHS yang Tak Pernah Ada
  5. Kukira Waktunya Masih Banyak, Ternyata Tinggal 10 Menit untuk Mengejar Pesawat
  6. Minecraft Masuk Elden Ring?Gabungan Game Pakai AI Ini Benar-Benar Bisa Dimainkan?

Baca ini hari ini

Masing-masing menjawab pertanyaan yang biasanya muncul setelah membaca artikel ini.

Lihat semua artikelLebih banyak tentang Pacaran dan pernikahan

Cari artikel lain

Semua artikel

Mendoi-chan

Pengelola situs

Mendoi-chan

Mengubah kerepotan di tempat kerja dan kehidupan sehari-hari menjadi struktur yang jelas dan langkah berikutnya.