Sekelompok petualang nyaris telanjang nekat menembus penghalang menuju Paintress. Kedengarannya seperti lelucon, tetapi William dari Ekspedisi 60 menulis kisah itu dalam jurnal Clair Obscur: Expedition 33. Mereka berlatih keras dan membuang seragam berat. Yang tercatat adalah keberhasilan mencapai Paintress, bukan kemenangan atas dirinya. Soal otot yang tak terkalahkan? Itu bualan William sendiri.
Artikel ini membahas pertarungan Paintress dan jurnal Ekspedisi 60 serta 70, tanpa membocorkan kejutan besar setelahnya.
Cerita dari jurnal William
Leslie memimpin latihan fisik yang ekstrem. Menurut William, seragam hanya membuat mereka lamban. Mereka pun memilih pakaian seminim mungkin. Ia lalu mengaku rombongannya berhasil melintasi penghalang Gommage dan mencapai Paintress.
Bayangkan dunia hampir musnah, lalu strategi penyelamatannya berbunyi: “Coba tambah latihan kaki.” Namun bagian terpenting justru muncul setelah semua pujian terhadap otot.
Mereka menyadari Paintress tampaknya juga terkurung. Ancaman yang lebih berbahaya, menurut mereka, berada di bawah Monolith. Anggota lain melanjutkan perjalanan ke sana; William mendapat tugas kembali ke Lumière untuk membawa kabar. Di catatan terakhir, ia takut Gommage akan menyusul sebelum ia menyeberangi bagian perairan terakhir.
Otot boleh besar, tetapi ketakutan pulang terlambat tetap nyata.
Jadi mereka pernah mengalahkan Paintress?
Belum ada bukti dalam jurnal itu. William menulis bahwa mereka sampai, tetapi tidak mengatakan mereka bertarung dan menang atau kalah. Nasib rekan yang turun lebih jauh juga tidak terungkap.
Pembaca: “Bosnya berhasil dikalahkan?”
Jurnal: “Lihat dulu otot kami!”
Pembaca: “Aku tanya hasil pertarungannya!”
Percakapan ini hanya lelucon buatan artikel, bukan dialog asli gim.
Apakah semua ekspedisi lama gugur di tangan Paintress?
Tidak. Charlotte dari Ekspedisi 70 menulis bahwa timnya memasang titik pegangan agar kelompok berikutnya bisa melintas. Mereka kemudian kalah saat melawan Nevron. Tak pulang bukan berarti pernah bertemu Paintress.
Ekspedisi 33 juga maju berkat bantuan anggota yang istimewa serta peninggalan rombongan sebelumnya. Perjalanan mereka bukan serangkaian duel dengan lawan yang sama. Karena rintangannya berbeda, peringkat kekuatan sederhana akan menyesatkan.
Mana yang lebih hebat, Ekspedisi 33 atau 60?
Ekspedisi 33 benar-benar memenangi pertarungan yang kita saksikan. Ekspedisi 60 hanya melaporkan bahwa mereka mencapai Paintress, lalu mengubah sasaran. Dua pencapaian itu tidak bisa langsung dibandingkan.
Justru di situlah serunya. Jurnal seorang penggemar latihan beban ternyata menyimpan petunjuk penting tentang sejarah perjalanan ini. Jangan remehkan catatan orang yang menganggap seragam sebagai musuh utama.
Sumber: Jurnal Ekspedisi 60 · Jurnal Ekspedisi 70. Dialog lucu adalah ciptaan penulis artikel.





