Kalau sayang anjing, bepergian jadi rumit.
Kalau dititipkan di penitipan hewan, saat dijemput ia menatap seolah bertanya, "Kamu ke mana saja?" dan hati terasa nyesek. Kalau ditinggal di rumah, kita bertanya-tanya apakah ia kesepian dan bisa buang air. Kalau dibawa serta, ia mungkin tidak tenang di tempat asing dan merengek begitu kita menjauh sedikit. Lalu terpikir pengasuh hewan yang datang ke rumah, dan muncul pertanyaan baru: "Rela tidak orang asing masuk ke rumah yang kosong?"
Penitipan: anjing bisa stres. Ditinggal di rumah: khawatir soal buang air. Dibawa serta: kita tidak bisa pergi ke mana-mana. Pengasuh ke rumah: sekarang khawatir soal keamanan rumah.
Makin sayang anjingnya, makin besar rasa bersalah pada keempat pilihan itu.
Kenapa lelucon "pulang jadi anjing yang lain" tidak lagi lucu
Kadang foto anjing yang pulang dari penitipan beberapa hari dengan wajah lelah jadi viral. Di kolom komentar orang bercanda, "Mirip petinju habis bertanding."
Di foto memang lucu. Tapi bagi yang pernah menitipkan anjing, lama-lama tidak lucu lagi.
Ada penelitian yang mengukur kortisol (hormon stres) di air liur 20 anjing yang menginap tiga hari atau lebih di hotel hewan. Menginap di sana ternyata situasi yang menekan bagi anjing, dan kortisol paling tinggi pada hari pertama masuk. Penelitian lain membandingkan anjing rumahan yang sama di rumah dan di kandang penitipan, dan beberapa tanda stres pada tubuh lebih tinggi di kandang.[1][2]
Tentu tidak semua anjing bereaksi sama. Bedanya besar tergantung tempatnya, petugasnya, jarak dengan anjing lain, olahraga, kebisingan, pengalaman sebelumnya, dan watak. Penelitian tahun 2024 pada anjing di penampungan juga menemukan perbedaan, misalnya pada gonggongan dan telinga yang ditarik ke belakang, antara anjing yang dikandang sendiri dan yang dikandang bersama pasangan yang cocok.[3]
Jadi "penitipan itu penyiksaan" tidak benar. Tapi memang benar bahwa bagi sebagian anjing, pindah tempat saja sudah kejadian yang sangat besar.
Kalau anjing terus menekan hidung ke jeruji, kulitnya lecet karena mencoba keluar, menggonggong terus, mondar-mandir, atau tidak mau makan, jangan anggap itu "cuma perasaan saya yang kasihan". Itu petunjuk untuk mengatur ulang penitipan berikutnya.
"Panas, lebih baik di dalam rumah saja" bisa membuatnya tidak punya toilet
Di musim panas, di luar panasnya berbahaya. Jadi anjing dibiarkan di dalam ruangan ber-AC. Itu masuk akal.
Tapi ceritanya lain kalau anjing hanya mau buang air di luar dan kita tidak menyiapkan tempat di dalam.
Kalau diterjemahkan ke bahasa manusia, kira-kira begini:
"Sejuk banget! Makasih! ...Eh, toiletnya di mana?"
Anjing yang sudah benar-benar terbiasa buang air di luar bisa menahannya, karena di dalam rumah dianggap tempat terlarang. Panduan perilaku hewan dari VCA menyarankan, kalau akan pergi lama, minta pengasuh membawa anjing keluar atau latih anjing memakai alas penyerap di dalam rumah.[4]
Yang penting, menjauhkan anjing dari panas di luar bukan kesalahan. Masalahnya, jalan keluarnya hanya satu.
- Di luar terlalu panas
- Di dalam sejuk
- Tapi ia hanya tahu buang air di luar
Jadinya bukan "ruangan aman", melainkan ruangan sejuk yang tidak ada toiletnya.
Solusinya sederhana: siapkan toilet di dalam sebagai jalan kedua, atau minta seseorang membawanya keluar di tengah waktu kita pergi lama. Anjing juga perlu rencana cadangan.
Selain itu, kalau ia berkali-kali berpose mau kencing tapi tidak keluar, tampak kesakitan, atau hanya keluar sedikit, jangan langsung menganggapnya "cuma menahan". Sulit kencing bisa jadi keadaan darurat.[4]
"Ya sudah, bawa saja anjingnya" separuh benar, separuh jebakan
Kalau penitipan berat baginya, bawa saja.
Kedengarannya rapi.
Tapi kenyataannya ada rumah asing, bau asing, suara asing, dan tempat tidur yang tidak biasa.
Selama kita dekat, masih aman. Tapi kalau ia diikat di tempat yang tidak boleh ia jelajahi, atau kita pindah ke ruangan lain, ada anjing yang terus mengeluh seperti bilang, "Ini di mana? Kamu juga jangan menghilang."
Lalu kebebasan kita saat bepergian turun drastis.
Dibawa karena tidak mau meninggalkannya, tapi sekarang malah tidak bisa meninggalkannya.
Lingkaran yang sempurna.
Ini bukan anjing yang manja. Rasa aman anjing mungkin bukan hanya dari kita, tetapi dari satu paket: tempat yang biasa, orang yang biasa, dan pola hidup yang biasa. Jadi kalau ingin membiasakannya bepergian, lebih baik bertahap daripada langsung menginap semalam: berada sebentar di tempat asing, istirahat, menjauh sedikit, lalu kembali.
Kalau bilang "tiga hari lagi aku jemput", apakah anjing paham?
Di media sosial sering ada cerita bahwa "kalau dijelaskan baik-baik, anjing mengerti".
Ini tidak sepenuhnya mitos, tapi juga tidak berarti anjing memahami bahasa seperti manusia.
Penelitian gelombang otak tahun 2024 menunjukkan bahwa saat anjing mendengar nama benda yang ia kenal, ia membentuk bayangan tentang benda itu di kepalanya.[5] Anjing menangkap banyak informasi dari suara, kata-kata, gerakan, dan situasi.
Di sisi lain, tinjauan tahun 2025 menyimpulkan bahwa hasil penelitian perilaku, penelitian otak, dan cerita sehari-hari tentang seberapa jauh anjing memahami bahasa manusia belum sejalan, dan belum ada kesimpulan.[6]
Jadi
membedakan kata yang akrab seperti "hotel", "jalan-jalan", dan "makan"
tidak sama dengan
memahami rencana masa depan seperti "Kamu menginap tiga malam di sini, tapi Kamis sore pasti kujemput, jangan khawatir".
Meski begitu, tetap ada gunanya mengajak bicara. Dengan nada suara, kebiasaan sebelum berangkat, dan isyarat yang selalu sama, anjing bisa menebak, "Setelah ini, mereka kembali." Anggap saja yang kita ucapkan sebagai rutinitas yang menenangkan, bukan kontrak.
Pengasuh ke rumah itu cukup bagus. Tapi orang asing masuk ke rumah kosong
Di sinilah pengasuh hewan yang datang ke rumah jadi pilihan kuat.
Anjing tetap di rumah yang biasa, di tempat tidur yang biasa, dengan bau yang biasa. Pengasuh datang dan mengurus makanan, air, jalan-jalan, buang air, dan bermain.
Untuk anjing yang sangat terpengaruh perubahan tempat, ini pilihan yang bagus.
Tapi muncul masalah baru di pihak kita.
Anjing: "Aku tidak perlu pindah dari rumah!"
Pemilik: "Orang asing masuk rumahku!"
Risiko kesejahteraan anjing turun, risiko keamanan naik.
Di Jepang, jasa pengasuh hewan berbayar termasuk dalam aturan "usaha penanganan hewan kelas 1" walaupun tidak punya fasilitas sendiri. Kementerian Lingkungan Hidup Jepang menyebut hotel hewan dan pengasuh hewan sebagai contoh "penyimpanan".[7]
Sebelum memakai jasanya, periksa setidaknya: nomor registrasi, siapa yang datang, cara penyimpanan kunci, ada tidaknya asuransi tanggung jawab, laporan masuk dan keluar, laporan foto, kontak darurat, dan ruangan mana yang boleh dimasuki.
Supaya tidak terlalu cemas, jangan serahkan kunci pada hari keberangkatan. Lakukan bertahap:
- Bertemu lebih dulu saat kita ada di rumah
- Minta ia mengurus anjing sekali saat kita ada di rumah
- Pergi sebentar saja
- Kalau aman, perpanjang jadi setengah hari, lalu perjalanan
Bukan soal "percaya atau tidak", tapi menguji kepercayaan sedikit demi sedikit.
Berapa biaya pengasuh? Dibayar per kunjungan, bukan bulanan
Pengasuh hewan biasanya tidak berlangganan bulanan, melainkan dibayar per kunjungan.
Dalam contoh tarif yang dicek pada 14 September 2026, Pet Sitter SOS menarik sekitar 3.300 yen untuk satu anjing kecil dan 4.400 yen untuk satu anjing sedang atau besar, untuk kunjungan sekitar satu jam. Biaya pendaftaran awal 1.100 yen dan ongkos transportasi dibayar terpisah. Harga berbeda tiap cabang, jadi ini hanya contoh, bukan harga standar seluruh negeri.[8]
Untuk satu anjing kecil dengan 3.300 yen per kunjungan, hitungan sederhananya:
| Frekuensi | Perkiraan biaya pengasuhan |
|---|---|
| 4 kali sebulan | 13.200 yen + transportasi dll. |
| 8 kali sebulan | 26.400 yen + transportasi dll. |
| Sekali sehari, 30 hari | 99.000 yen + transportasi dll. |
| Dua kali sehari, 30 hari | 198.000 yen + transportasi dll. |
Jadi kalau dipakai setiap hari, biayanya jadi beban tetap yang cukup berat. Tapi kalau hanya dipakai saat bepergian atau pergi lama, bisa dianggap sebagai "beberapa ribu yen agar anjing tidak dipindah dan tetap di lingkungan rumahnya".
Di sini pun tidak sempurna. Stres anjing lebih mudah ditekan, tapi ada biaya dan kita perlu memikirkan keamanan.
Jadi, yang mana yang paling tidak kasihan?
Jawabannya "tergantung anjingnya", tapi itu saja tidak membantu.
Yang perlu dilihat bukan nama pilihannya, tapi apa yang benar-benar terjadi pada anjing kita:
- Apakah makannya normal?
- Apakah mau minum?
- Apakah bisa buang air?
- Apakah bisa tidur?
- Apakah menggonggong terus?
- Apakah mondar-mandir atau menggesek jeruji makin sering?
- Apakah cepat kembali normal setelah pulang?
Kalau anjing bisa tidur dan makan normal di penitipan, penitipan adalah pilihan yang bagus. Kalau reaksinya kuat di sana, pengasuh di rumah bisa lebih baik. Kalau ia bisa meringkuk dan tidur di tempat tujuan, ikut bepergian juga bisa.
Yang penting bukan cara yang paling tidak membuat kita merasa bersalah, tetapi cara yang membuat anjing bisa hidup paling normal, dipilih dari hasil pengamatan.
Dan ada satu kenyataan pahit bagi pecinta anjing.
Tidak ada pilihan yang sempurna.
Makin sayang pada anjing, makin terlihat semuanya: "kasihan kalau ditinggal", "dibawa pun tidak tenang", "pakai pengasuh, khawatir rumah".
Tapi rasa bersalah itu bukan perintah "jangan pernah pergi lagi".
Gunakan penitipan, ditinggal di rumah, ikut bepergian, dan pengasuh sesuai reaksi anjing. Ini bukan permainan menghilangkan rasa kasihan sampai nol, melainkan soal mencari kondisi terbaik untuk anjing ini.
Hidup dengan anjing tidak hanya soal lucu. Karena ia begitu lucu, merencanakan perjalanan tiba-tiba jadi urusan logistik.
Daftar Pustaka
- Dogs' Stay in a Pet Hotel - Salivary Cortisol Level and Adaptation to New Conditions. PMID: 32543232. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/32543232/
- Physiological, physical and behavioural changes in dogs when kennelled: testing the validity of stress parameters. PMID: 24866912. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/24866912/
- Effects of single- or pair-housing on the welfare of shelter dogs. PLoS One. 2024;19(6):e0301137. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/38865297/
- VCA Animal Hospitals, House Training / House Soiling. https://vcahospitals.com/blum/know-your-pet/house-training-your-puppy ; https://vcahospitals.com/bonita/know-your-pet/dog-behavior-problems-house-soiling
- Neural evidence for referential understanding of object words in dogs. Current Biology. 2024. PMID: 38521063. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/38521063/
- Do dogs understand? Contrasting anecdotal reports, neuroimaging, and behavioural evidence on language comprehension. 2025. PMID: 40627307. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/40627307/
- Kementerian Lingkungan Hidup Jepang, "Peraturan usaha penanganan hewan kelas 1" (bahasa Jepang). https://www.env.go.jp/nature/dobutsu/aigo/1_law/trader.html
- Pet Sitter SOS, "Daftar harga" (bahasa Jepang). https://www.petsitter.co.jp/price/total




