"Ingin di rumah saja" sering bukan soal malas, tapi tidak mau hidup dikuasai pekerjaan
Kalau ada yang bilang, "Aku ingin jadi ibu rumah tangga," obrolan biasanya langsung masuk ke soal peran laki-laki dan perempuan zaman dulu.
Padahal ada cara pandang yang lebih sederhana.
Bayangkan tempat tinggal dan makanan sudah terjamin. Kamu tidak perlu menyerahkan sebagian besar waktumu seminggu ke perusahaan hanya untuk membayar biaya hidup. Kamu juga punya waktu sendiri. Kalau pilihan seperti itu benar-benar ada, banyak orang, laki-laki maupun perempuan, akan bilang, "Mau juga."
Sekarang bayangkan seorang pangeran berkuda putih berkata, "Soal uang serahkan padaku. Kita urus rumah bersama, dan kamu boleh melakukan apa yang kamu suka."
Kalau tawaran itu benar-benar ada, tawaran itu tidak jadi kurang menarik hanya karena yang mendengarnya laki-laki.
Kuda putih itu perlu antrean untuk laki-laki juga.
1. Yang membuat iri bukan sebutan "ibu rumah tangga", tapi pilihan untuk keluar dari dunia kerja
Kalau kamu menutup soal ini dengan "orang yang manja dan tidak mau bekerja", kamu melewatkan bagian yang paling menarik.
Kadang yang tidak disukai bukan kegiatannya.
Mengurus rumah, memasak, mencari informasi, membuat karya, belajar, mengatur keuangan keluarga, membantu orang lain.
Hal-hal itu bisa dikerjakan berjam-jam. Tetapi begitu mendengar, "Untuk dapat uang hidup, kamu harus terima perusahaan ini, jam kerja ini, sistem penilaian ini, dan rekan kerja ini," tiba-tiba semuanya terasa murah.
Jadi yang diinginkan bukan tidak melakukan apa-apa.
Yang diinginkan adalah posisi tawar: "Kalau tidak cocok, aku tidak harus menjual waktuku."
Meski tetap bekerja, lebih mudah berkata "dengan syarat ini aku mau" atau "kalau begitu aku tidak mau" kalau hidupmu tidak sepenuhnya bergantung pada pekerjaan itu.
Itulah salah satu alasan mengapa hidup di rumah terlihat menarik.
2. Fantasi pangeran berkuda putih bukan hanya untuk perempuan
Ada pasangan yang kondisi keuangannya longgar, dan kamu mengurus lebih banyak urusan rumah.
Susunan ini tidak khusus untuk laki-laki dan tidak khusus untuk perempuan.
Kalau "menikah dengan orang berpenghasilan tinggi lalu jadi ibu rumah tangga" dianggap rencana hidup, maka "menikah dengan orang berpenghasilan tinggi lalu jadi bapak rumah tangga" strukturnya persis sama.
Selain itu, ada juga orang yang tidak menaruh asmara yang kuat atau hubungan seksual di pusat pernikahannya.
Mereka bisa tinggal bersama, cocok mengobrol, bisa mengatur uang dan pekerjaan rumah, saling menghormati kebebasan, dan hidup bersama dengan stabil.
Kalau keduanya puas, orang luar tidak perlu menambahkan "pasangan normal seharusnya begini".
Pernikahan bukan paket menu tetap. Hubungan seksual, anak, pekerjaan rumah, penghasilan, kamar tidur, dan cara menghabiskan hari libur tidak otomatis datang dalam satu paket.
Namun, kita perlu menghindari kejadian ketika hanya satu orang yang mengira sesuatu tidak termasuk dalam paket.
3. Di rumah itu bukan "tidak melakukan apa-apa", tapi kesepakatan tentang apa yang diberikan dan diterima masing-masing
Satu orang terutama mencari uang, satu orang terutama mengurus rumah.
Sebagai pembagian peran, ini mudah dipahami.
Masalahnya, kalau hanya kata "di rumah" yang dipakai dan harapan terus membesar tanpa batas.
Pihak yang bekerja berpikir, "Aku yang membayar semua, jadi wajar kalau kamu mengerjakan semua urusan rumah."
Pihak yang di rumah berpikir, "Mencari uang itu tugasmu, jadi semua keputusan soal uang juga kamu yang pegang."
Kalau dua pikiran ini bertemu, jadinya cukup berbahaya.
Kalau salah satu akan di rumah, kalian tidak perlu membuat kontrak serinci kontrak kerja. Tetapi setidaknya gambaran di kepala kalian berdua sebaiknya sama: apa saja yang termasuk pekerjaan rumah, waktu luang, uang pribadi, tabungan, hari libur, bayar jasa bantuan rumah, dan pembagian tugas saat sakit atau sedang sibuk.
"Kalau cinta pasti saling mengerti" adalah cara yang sangat lemah untuk menentukan kebutuhan.
4. Makin pernikahan tidak berpusat pada hubungan seksual, makin penting membicarakannya di awal
Hidup bersama yang tidak menaruh hubungan seksual di pusatnya bisa berjalan, kalau keduanya setuju.
Masalah sebenarnya adalah memulai dengan "tidak perlu dibicarakan, pasti mengerti".
Dan yang perlu dipastikan bukan hanya ada atau tidaknya hubungan seksual. Bicarakan juga:
- Apakah ingin sentuhan fisik, seperti pelukan
- Seberapa besar perasaan romantis yang diharapkan
- Apakah sekamar atau tidur terpisah
- Apakah boleh punya hubungan asmara dengan orang lain
- Apakah ingin punya anak
- Seberapa dekat hubungan dengan keluarga besar
- Bagaimana membagi biaya hidup dan uang pribadi
Kalau jawabannya berbeda, hal yang dimulai dengan "asal bisa di rumah, aku terima apa saja" bisa berubah menjadi produk yang sama sekali lain beberapa tahun kemudian.
Sebelum mencari pangeran, baca dulu spesifikasi produknya.
Pangeran juga harus melakukan hal yang sama.
5. Tetapi kalau lari dari perusahaan lalu bergantung penuh pada satu pasangan, kamu hanya berganti penguasa
Inilah kejutan terbesarnya.
Kamu tidak mau hidupmu dipegang perusahaan, jadi kamu tinggal di rumah.
Namun sekarang, kalau penghasilan pasanganmu berhenti, hidupmu ikut berhenti.
Bahkan kalau hubungan memburuk, tempat tinggal, tabungan, dan riwayat kerja semuanya ada di pihak pasangan, sehingga sulit pergi.
Kamu merasa bebas dari dunia kerja, padahal mungkin hanya berpindah tempat bergantung dari perusahaan besar ke satu orang.
Pangeran berkuda putih boleh datang.
Tetapi kamu tidak perlu menyerahkan juga kemudi hidupmu.
6. Yang paling kuat adalah "tidak harus bekerja, tapi bisa bekerja kalau perlu"
Yang ideal bukan menjadi orang di rumah itu sendiri, tapi bisa memilihnya.
Dan juga bisa memilih untuk berhenti.
Untuk itu, ruang cadangan seperti ini berguna:
- Punya uang yang bisa dipakai atas namamu sendiri
- Jangan biarkan tabungan pribadi habis sampai nol
- Tahu kondisi keuangan rumah tangga
- Jangan putus hubungan dengan dunia luar dalam waktu lama
- Simpan keterampilan atau pengalaman kerja yang bisa dipakai untuk kembali
- Pertahankan sumber penghasilan sendiri, sekecil apa pun
- Jangan menaikkan biaya tetap terlalu tinggi
Tidak perlu menghasilkan banyak setiap bulan.
Yang penting adalah menghindari satu titik lemah, yaitu "kalau hubungan ini berakhir, bulan depan aku kesulitan".
Sisakan pilihan untuk pergi, baik dari perusahaan maupun dari pasangan, kalau memang tidak cocok.
Itu lebih mendekati kebebasan yang sebenarnya.
7. Daftar spesifikasi yang sebaiknya disepakati sebelum menikah
Kalau kamu serius merancang pernikahan dengan satu orang di rumah, sepakati setidaknya hal-hal ini sebelum bicara soal romantisnya.
Uang
Biaya hidup, uang pribadi, tabungan, investasi, pembelian besar, dan siapa yang mengelola rekening.
Pekerjaan rumah
Memasak, bersih-bersih, mencuci, belanja, mengurus dokumen, membuat janji, dan menghadapi keluarga. Hitung juga pekerjaan tak terlihat berupa mengingat dan mengatur semuanya.
Kedekatan
Hubungan seksual, kasih sayang fisik, perasaan romantis, kamar tidur, dan hubungan di luar pernikahan.
Rencana hidup
Anak, tempat tinggal, pindah rumah, kembali bekerja, dan merawat orang tua.
Hak memutuskan
Apa yang boleh diputuskan sendiri, apa yang harus diberitahukan, dan apa yang diputuskan berdua.
Jalan keluar
Kalau berpisah, bagaimana keduanya bisa membangun kembali hidupnya.
Kalau sampai membicarakan ini semua, tiba-tiba terasa tidak ada mimpinya.
Padahal justru sebaliknya.
Kalau bagian ini dibiarkan samar dan kalian melaju dengan "kita saling cinta, jadi tidak apa-apa", kalian akan kesulitan saat kuda putihnya mengamuk di tengah jalan.
8. Sebelum menertawakan "ingin di rumah saja", lihat dari apa orang itu ingin keluar
Ingin jadi ibu rumah tangga.
Ingin jadi bapak rumah tangga.
Ingin hidup hanya dari penghasilan aset.
Ingin bekerja sedikit saja.
Ingin bekerja tiga hari seminggu.
Dari luar, semuanya tampak berbeda.
Namun banyak yang punya harapan yang sama: ingin berada dalam keadaan di mana kita tidak harus terus menerima syarat buruk hanya demi hidup.
Orang tidak selalu membenci pekerjaan itu sendiri.
Mungkin yang dibenci adalah pekerjaan yang tidak bisa ditolak.
Karena itu, daripada menutup obrolan dengan "tidak mau bekerja itu manja", jauh lebih jelas kalau kita memisahkan tiga pertanyaan: apa yang tidak ingin dilakukan, apa yang mau dilakukan atas kemauan sendiri, dan siapa yang membayar biaya hidup serta bagaimana caranya.
9. Kesimpulan: pangeran boleh datang, tapi simpan satu kunci untuk dirimu sendiri
Ada orang berkecukupan yang datang, kalian membangun rumah tangga bersama, dan kamu bisa mengurangi kerja untuk majikan.
Kalau syaratnya cocok, orang dari jenis kelamin apa pun bisa merasa itu menarik.
Pangeran berkuda putih bukan layanan khusus perempuan.
Semoga ia datang untuk laki-laki juga.
Namun kalau tujuan akhirnya "dinafkahi orang lain", kebebasan hanya pindah tempat ke dompet pasangan.
Yang benar-benar membuat kuat adalah tidak menyerahkan seluruh kendali hidup, baik kepada perusahaan maupun kepada pasangan.
Pangeran, silakan datang.
Urus rumah.
Tinggal bersama.
Tetapi simpan satu kunci milikmu sendiri.
Mungkin itulah yang paling awet.

