Jawaban singkatnya: nama UNO bukan diambil dari nama orang. Nama itu berasal dari aturan memberi tahu ketika kartu di tangan tinggal satu, dan teriakan itu membuat pemain terus menyebut nama permainannya.
Sedikit konteks: di Jepang ada lelucon "jangan-jangan UNO dibuat oleh Pak Uno", karena 宇野 adalah nama keluarga Jepang yang dibaca persis sama. Tentu saja bukan. Kita bahas asal-usul yang sebenarnya dulu, leluconnya di akhir.
UNO dibuat pada 1971 oleh Merle Robbins, seorang tukang cukur dari Reading, Ohio.[1][2] Menurut The Strong National Museum of Play, keluarganya menamai permainan ini Uno berdasarkan aturan untuk mengumumkan saat tinggal satu kartu di tangan. Membuat pemain menyebut nama permainan berulang-ulang, seperti di Bingo, juga dimaksudkan agar orang mudah mengingatnya.[1]
1. Siapa pembuat UNO? Seorang tukang cukur bernama Merle Robbins
UNO tidak lahir di ruang rapat perusahaan mainan besar.
Keluarga Robbins suka main kartu, terutama Crazy Eights.[1][2]
Siapa pun yang pernah main dengan aturan rumahan tahu masalahnya: "Kartu itu kan suruh ambil dua!" "Bukan, malam ini artinya balik arah!" Setiap orang ingat versi yang berbeda.
Solusi Merle Robbins: menulis efek tiap kartu langsung di kartunya.[1][2]
Ide itu berkembang jadi permainan tersendiri.
The Strong mencatat bahwa Merle dan istrinya, Marie, menjual rumah untuk modal dan, bersama uang dari putra mereka Ray, membuat 5.000 set pertama. Merle menjualnya di tempat cukurnya, dan keluarga itu berkeliling dengan mobil dan karavan untuk memperagakan dan menjual permainan ini.[1]
Singkatnya: tukang cukur, kartu keluarga, debat aturan, aturan ditulis di kartu, 5.000 set, jadi permainan kartu terkenal di dunia.
2. Jadi kenapa namanya UNO?
Penjelasan The Strong jelas: permainan ini dinamai Uno berdasarkan aturan untuk mengumumkan saat pemain hanya punya satu kartu.[1]
Aturan resmi Mattel juga meminta pemain berseru "UNO" (meaning "one") saat tinggal satu kartu.[3]
Jadi di dalam permainan, UNO artinya "tinggal satu kartu".
Kata uno berarti "satu" dalam bahasa seperti Spanyol dan Italia. Tetapi sumber museum tidak menyebut bahasa mana yang dipikirkan sang pembuat; yang jelas ditulis adalah bahwa namanya terkait aturan pengumuman satu kartu.[1]
Jawaban yang aman: bukan nama orang, melainkan berasal dari aturan "tinggal satu kartu".
3. Mana yang duluan: nama atau teriakannya?
Ini seperti pertanyaan telur dan ayam.
Apakah nama UNO dipilih dulu lalu dibuat aturan agar orang menyebutnya? Atau aturan mengumumkan kartu terakhir sudah ada dan namanya diambil dari situ?
The Strong menjelaskan urutan kedua: permainan dinamai berdasarkan aturan untuk mengumumkan saat tinggal satu kartu.[1]
Urutannya: tinggal satu kartu, aturan pengumuman, nama Uno.
Tidak ada catatan kapan tepatnya di tahun 1971 kata itu pertama kali terpikir, jadi tidak perlu mengarang. Yang didukung sumber hanyalah bahwa aturan satu kartu adalah dasar penamaannya.
4. Teriak "UNO!" juga berfungsi sebagai promosi
Kebanyakan produk tidak menyuruh pembelinya terus menyebut mereknya.
UNO menyuruh. Di saat paling tegang dalam satu ronde, pemain yang tinggal satu kartu berseru "UNO!"
The Strong mencatat bahwa ini juga promosi halus: seperti Bingo, permainan ini membuat pemain terus menyebut namanya sendiri.[1]
Cerdik. Tidak perlu iklan TV atau papan toko; cukup bermain, dan namanya terucap tepat saat suasana paling seru.
"Tinggal satu!" dan "UNO" tersimpan bersama di ingatan.
Sementara itu lawan sama sekali tidak memikirkan pemasaran. Mereka hanya berharap, "Lupa, lupa, lupa ya."
5. Di aturan Mattel, lupa bisa kena dua kartu
Mengucapkan "UNO" bukan sekadar suasana, tapi aturan sungguhan.
Di salah satu lembar petunjuk Mattel, pemain yang tinggal satu kartu harus berseru "UNO". Kalau lupa dan ketahuan pemain lain sebelum giliran berikutnya main atau mengambil kartu, ia harus mengambil dua kartu.[3]
Beberapa versi juga menyebut bahwa jika tidak ada yang menegur sampai giliran berikutnya dimulai, hukumannya tidak berlaku lagi.[3]
Jadi di akhir permainan, selain warna dan angka, kamu juga mengawasi apakah lawan benar-benar mengucapkannya.
6. Kenapa orang Jepang suka bercanda soal "Pak Uno"
Bagian ini lelucon khusus bahasa Jepang dan tidak terkait sejarah permainannya.
Nama keluarga Jepang 宇野 dibaca "Uno", sama dengan nama permainannya. Begitu otak menyambungkan keduanya, muncul ide: "Pengin main UNO sama orang bernama Uno."
Bayangkan Pak Uno tinggal satu kartu:
Pak Uno: "UNO!" Yang lain: "Iya, kami tahu."
Ia mengikuti aturan, tetapi terdengar seperti memperkenalkan diri.
Kalau lupa, orang akan bilang "Pak Uno, Anda belum bilang UNO", yang dalam bahasa Jepang terdengar seperti "Pak Uno, Anda belum bilang 'Uno'".
7. Sah tidak kalau Pak Uno meneriakkan nama keluarganya?
Di sini kita keluar dari sejarah dan masuk ke permainan kata.
Aturan resmi mewajibkan pemain menyatakan "UNO" ketika tinggal satu kartu.[3]
Kalau pemain bermarga Uno mengucapkan bunyi yang sama, semua orang mendengar hal yang sama. Tapi bagaimana kalau maksudnya "nama saya Uno", bukan "kartu saya tinggal satu"? Cukup bunyinya, atau niat juga berpengaruh?
Aturan resmi tidak punya bagian khusus soal nama keluarga Jepang, jadi serahkan ke aturan rumah masing-masing.
Dan itu pas sekali: UNO sendiri lahir dari keluarga yang berdebat soal aturan kartu.[1][2]
8. Ringkasan: UNO berarti "satu kartu", bukan nama orang
- UNO bukan dibuat oleh orang bernama Uno. Merle Robbins, tukang cukur di Reading, Ohio, membuatnya pada 1971.[1][2]
- Pemicunya perdebatan aturan Crazy Eights. Menulis efek kartu langsung di kartu berkembang jadi permainan sendiri.[1][2]
- Namanya berasal dari aturan pengumuman satu kartu. The Strong menjelaskan kaitan ini.[1]
- Berteriak "UNO" juga promosi. Museum membandingkannya dengan Bingo.[1]
- Aturan Mattel masih mempertahankan seruan itu. Dalam aturan yang dikutip, yang ketahuan lupa harus mengambil dua kartu.[3]
- Kemiripan Uno/宇野 hanyalah lelucon bahasa Jepang, bukan asal-usul nama.
Jadi "Uno" dalam UNO bukan orang, melainkan momen "tinggal satu kartu", dan itulah sebabnya diteriakkan.
- The Strong National Museum of Play / National Toy Hall of Fame — Uno toyhalloffame.org
- The Strong National Museum of Play — America’s Favorite Game and Success Story: Uno! (2018, curator Nicolas Ricketts) museumofplay.org
- Mattel — UNO instruction sheet (K5847) service.mattel.com




